Reyna mendekati aku dan berbisik "kemarin kamu kan udah.........janji, kalau duduknya bersama aku........", karena kurang jelas aku berbicara dekat telinganya "Apa........aku nggak denger.......", Reyna mendekatkan kedua tangannya ke telingaku dan "Kamu kan udah bilang sayang........kalau duduknya dengan aku.............". Aku cuma menganggukkan kepala........karena dari kursi depan, aku lihat Heny melihat tak suka ke arahku dan memalingkan wajahnya dengan cepat. Reyna menuju ke kursi tempat duduknya dengan wajah ceria dan sedikit bertingkah ketika Heny memperhatikannya, sampai-sampai teman-teman cowokku, Agus, Handoyo tersenyum geli.........dan Handoyo bilang "dasar cewek ganjen.................", dan Aku menimpali "halah...............udah nggak usah di bahas..............."
“Yah...........semua lelaki sebenarnya sama,
tak puas dan tak tahan kalau hanya berhubungan dengan satu cewek saja........hanya
1 : 100 yang baik kalau mau jujur, dan anehnya kalau aku pikir-pikir cewek
kebanyakan suka cowok yang 99% dari pada 1% ha.............ha..........” kataku pada teman-teman cowok. Semua
ketawa dan salah satu nyela bicara ”ya.............ya...........lha yang
namanya nabi sulaiman aja istrinya 7500.........”. Kami semua tertawa
terbahak-bahak karena teman kita yang paling gokil si dewa...........yang suka
nyeletuk kalau dosen ngajar sudah mulai angkat bicara. Sepanjang perjalanan
dari Ambarawa, temanggung, wonosobo kami bernyanyi dan bersendau gurau
benar-benar mengasyikan. Bus masuk ke Pom Bensin karena beberapa anak mulai
ingin ke kamar kecil dan memang dari tadi kami perhatikan Bus belum dikasih
minum juga he........he.........Aku juga terasa pingin buang air
kecil..........maka aku colek teman karib ”Han........mau buang pipis
nggak..........”, sambil berdiri dari kursi dia menyambut ajakanku
”ayo...............aku yo kudu pipis.............”. Aku mengikuti
dibelakangnya...........tapi ketika berjalan menuju pintu depan bus, ternyata
tangan aku ada yang pegang........setelah aku melirik ke kanan
eh...........ternyata tangan Heny yang memegangnya aku tersenyum manis sambil
bicara ” Heny.......sayang aku mau pipis nih, sudah kebelet...........”, kelihatan
sekali kalau dia pura-pura tak mendengarkan aku bicara dan aku ulangi lagi
”Adik putri yang cantik..........kakak mau pipis........nanti bisa keluar
disini lho.........”, sambil aku mendekatkan mulutku ketelinganya. ”Ehm.........ternyata
kamu masih hidup.........ya..........aku kira kamu sudah mati...........seperti
hatimu..........” bisik Heny di telingaku. ”Nanti malam saja kita bicarakan
..................” bisik aku ditelingannya sambil berlalu menuju pintu bus
karena aku sudah tak tahan ingin buang air kecil. Semua teman-teman cowok
ketawa terbahak-bahak melihat aku lari sambil memegang milikku yang paling
berharga.
Lega rasanya karena sudah aku buang air kotor..............baru mau keluar
dari kamar kecil eh........ada tangan lembut menutup mata ku dari belakang
”Siapa ya...............ini ” kataku, tak ada jawaban tapi malah lebih kencang
aku rasa dia memegang kedua mataku..........dan akhirnya dia melepas kedua
tangan yang memegang mataku dan langsung mencium dan lari
keluar.........ternyata Reyna..........tak sempat aku mengucap sesuatu, Agus
Cuma tersenyum ke arahku sambil geleng-geleng kepala dan
tersenyum.........menuju ke arahku merangkul dan sambil jalan berkata ”enak
banget...............kono kuwi.........koyo-koyo nek tak deleng kuwi duwe sebeh
(dukun).............kabeh cewek mesti pengen dadi pacarmu........”. Aku Cuma
tersenyum sambil berjalan menuju pintu bus karena sudah mulai mau melanjutkan
perjalanan ke daerah purwokerto. Kami semua yang cowok kompak dibelakang dan
bernyayi sambil sedikt gaduh biasa masa-masa yang penuh warna, sebenarnya aku
ingin duduk disebelahnya Heny karena sejak dari tadi memberi kode..........tapi
karena teman-teman cowok masih suka beryanyi-nyanyi aku merasa tak enak kalau
meninggalkannya dan lagi bu Dewi masih belum mengantuk untuk mengawasi kita.
Sebenarnya aku dan Heny sudah lama sekali menyimpan hati, tetapi kita
saling menyimpan ego yang sama-sama tinggi...........tapi aneh kalau salah satu
didekati orang lain pasti marah.....padahal kita sama-sama belum mengucapkan
cinta. He..........he..........cinta itu memang aneh..........ketika
teman-teman sudah lelah dan beberapa sudah tertidur, aku bangun dan berjalan
menuju ke tempat duduk Heny karena aku lihat teman cewek disebelahnya sudah
beralih tempat duduk entah kemana.........Aku lihat dia memejamkan
mata..............dengan hati-hati sekali aku duduk disebelahnya dan tanpa
bergerak...........aku beberapa saat bisa menikmati kecantikan
parasnya.........memang cantik banget..........dengan wajah lonjong rambut
lurus panjang sebahu..........alis sedikit tebal hidung mancung bibir
sensual..............lama-lama aku perhatikan ingin rasanya
aku....................dan tanpa aku sadari hidungku sudah menyentuh pipinya
yang halus...............Heny...........bangun dan agak terkejut.........setelah
melihat kalau aku..........karena malu kedua tangannya di pukulkan ke
tubuhku..........”eh...........hen...........aku tadi lihat
lho.........ternyata waktu tidur kamu ngeces..........he...............”,
”Ih..........kamu memang bener-bener jahat kalau sama aku........nggak pernah
ngomong yang bener...........tentang aku” kata Heny sambil sewot duduknya mulai
membelakangiku, tapi lama-lama tersenyum juga dan mulai menghadap ke
arahku........”eh.........kalau gini kamu kelihatan cantik
banget...............” bisikku, ”kamu memang pinter ambil hati...............”
sela Heny masih sambil melihat ke arah wajahku sambil mencari sesuatu dan
sebentar mata kami bertemu dan saling pandang...........ku raih tangan
lentiknya dan aku cium..........”aku sayang kamu..............” ucapku sambil
mencium keningnya...........Heny terlihat gugup dan salah tingkah.........”Hen.....maafin
ya kalau aku.......lancang.............” bisikku, ”Eng.........gaklah.......aku
jadi bingung.......” kata Heny lirih.........sambil terlihat malu dengan wajah
yang memerah dan juga kelihatan seneng banget...........”Aku kebelakang dulu
ya.................” kataku...........Heny menganggukkan kepala.........aku
mulai berjalan kebelakang dan mengepalkan tanganku dan
bilang..........yes.............yes...........teman-teman cowok yang ada di
belakang mencibir ” walah...........paling-paling ora wani
ngambung...............” kata Dewa.................aku Cuma tersenyum dan
berbisik pada mereka ”.......yang penting aku merasakan pipinya yang
halus...........”. Semua teman aku ketawa terbahak-bahak
heboh..............sambil menendang aku kesana-kemari dan salah satu nyeletu ”
dasar cah gendeng...........................ajur-ajur................kacau”
To Be Continu....................Asoeloley

0 komentar:
Post a Comment