|
1.
|
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
Seperti rumah tiada bertiang.
Kesimpulan isi gurindam di atas adalah mengenai …
|
|||
|
|
a.
|
Budi pekerti seseorang
|
d.
|
Kewajiban
orang tua kepada anak
|
|
|
b.
|
Kewajiban raja
|
e.
|
Ibadah
|
|
|
c.
|
Kewajiban
anak kepada orang tua
|
|
|
|
2.
|
Perbuatan baik serta mulia
Lebih berharga dari harta dunia.
Dilihat
dari bentuknya, cirri gurindam adalah…
|
|||
|
|
a.
|
satu bait terdiri atas 8 – 12 suku kata
|
d.
|
bersajak selang
|
|
|
b.
|
satu baris terdiri atas
4 – 6 suku kata
|
e.
|
isi berupa sindiran
|
|
|
c.
|
baris satu dan dua merupakan isi
|
|
|
|
3.
|
Barang
siapa mengenal akhirat,
Tahulah
dia dunia mudarat.
Kata “mudarat” dalam puisi di atas mengandung makna…
|
|||
|
|
a.
|
bermanfaat
|
|
Tidak
berupaya
|
|
|
b.
|
tidak
bermanfaat
|
|
Tepat
guna
|
|
|
c.
|
dunia
fana
|
|
|
|
4.
|
“Pulanglah, Tamin! Kukira
Cuma itu yang paling baik untukmu dan seisi rumah!”.”Bagaimana saya dapat
pulang? Jika mereka marah pada saya?” kata Tamin dan matanya yang dalam itu
memandang lurus ke depan. “Apa yang engkau maksudkan, Tamin?” kata Pak Banji
terkejut. ”Tak seorang pun yang marah kepadamu.” “Mereka, orang-orang seluruh
desa.” kata Tamin. “Bagaimana engkau punya pikiran semacam itu?”
Sumber : Pulang, Toha Muchtar
Ternyata konflik yang dialami oleh Tamin berasal dari ….
|
|||
|
|
a.
|
Dirinya
sendiri
|
d.
|
Masyarakatnya
|
|
|
b.
|
Temannya
|
e.
|
lingkungannya
|
|
|
c.
|
keluarganya
|
|
|
|
5.
|
Pendek
kata Kasan Ngali belum yakin benar. Ia menuju ke bawah pohon waru di pojok
stanplat. Di situ biasa diletakkan papan reklame ketoprak. Dan dibacanya
berulang-ulang. Matanya digosok, masih juga berbunyi sama. Sri Hesti!
Bencana! Coba bayangkan. Begitu Sri Hesti kawin denganmu, lalu perempuan itu
malam-malam bukannya menemanimu dalam rumah, tetapi pergi main ketoprak
ditonton orang banyak. Santri pun tak akan tahan diperlakukan demikian! Coba,
Saudara. Sementara kau ingin dekat-dekat dengan binimu, ia lari untuk main di
muka orang banyak! Coba! Dan dia akan disoraki orang banyak. Coba, dan
perempuan itu akan pulang dalam keadaan lelah, menggeletak seperti batang
pisang di sampingmu. Padahal kaulah yang memberi makan, apa tidak pecah
kepalamu! Senangnya dibagi orang banyak, susahnya dipikul suami! Coba! Wah,
kiamat!
Sumber : Pasar, Kuntowijoyo
Konflik yang tercermin di atas mengenai hal ….
|
||
|
|
a.
|
Kasan Ngali yang
beristri seorang bintang ketoprak.
|
|
|
|
b.
|
Istri
Kasan Ngali yang lebih mementingkan karier di ketopraknya
|
|
|
|
c.
|
Istri yang tidak memperhatikan keinginan suami.
|
|
|
|
d.
|
Suami yang tidak tahan melihat kelakuan istrinya.
|
|
|
|
e.
|
Kasan Ngali yang sedang memikirkan buruknya beristri bintang
ketoprak.
|
|
|
6.
|
Betapa perasaanku tatkala
tahu, kedua tamu tersebut adalah dua orang yang kubenci. Tapi aku tak bisa mengelak lagi. Sambil menahan diri kuhampiri mereka.
Aku masih kuat juga menerima salam mereka dengan cukup manis. Tapi aku tak
bisa menyembunyikan sikapku yang tegang.
Sumber : Telegram, Putu Wijaya dalam Kitab Novel
Dilihat dari konflik di atas karakterisasi tokoh aku adalah orang yang ….
|
|||
|
|
a.
|
batinnya jahat
|
d.
|
bisa
menahan dan menyimpan emosi
|
|
|
b.
|
baik lahirnya saja
|
e.
|
emosinya
mudah naik
|
|
|
c.
|
pemalu
|
|
|
|
7.
|
“Kakakku,
kenapa kau menjadi demikian lemah? Rimba raya ini
menjadi temanmu. Bersama rimba raya yang sepi ini kau harus menghadapi
dukamu. Kau adalah wisnu di dunia, apa artinya seorang raksasa jahat di
hadapanmu”, kata Laksmana.
Serentak
terdengarlah suara dari langit. Bidadari seakan lari menunggang kuda putih,
menyentakkan Rama yang baru saja disadarkan kata-kata Laksmana.
“Rama,
Rama. Masih banyak lagi raksasa yang harus kau hadapi. Masih ada satu lagi
raksasa paling jahat yang harus kau akhiri hidupnya, kelak di akhir
pengembaraanmu. Wirada mengajakmu mengingat akan tugasmu”, kata suara dari
langit itu.
Sumber : Anak Bajang Menggiring Angin, Sindhunata
Komponen teks prosa naratif (novel) yang paling menonjol dalam kutipan di
atas adalah unsur ….
|
|||
|
|
a.
|
konflik
|
d.
|
amanat
|
|
|
b.
|
keajaiban
|
e.
|
sudut
pandang pengarang
|
|
|
c.
|
tema
|
|
|
|
8.
|
Di sungai yang bening,
airnya berderai menibak akar-akar pohon yang menjulur di dalmnya.
Gemericiknya bagai suara anak-anak burung yang meminta kehangatan sayap
ibunya. Sinta mandi di sungai yang indah ini. tubuhnya yang cantik menyelam
dalam kedinginannya. Sang surya kasihan melihatnya, dan dikirimkan cahayanya
yang hangat, menerobos celah-celah dedaunan pohon-pohon rimba.
Sumber : Anak Bajang Menggiring Angin, Sindhunata
Ditinjau dari segi waktu, kutipan novel di atas terjadi … hari.
|
|||
|
|
a.
|
pagi
|
d.
|
malam
|
|
|
b.
|
siang
|
e.
|
dini
|
|
|
c.
|
sore
|
|
|
|
9.
|
Langit bagai berdetak,
bintang-bintang meneteskan gerimis air matanya. Malam yang dingin mengajak bulan
keluar dari lubuk kegelapan. Musim-musim harapan sedang merekah di
pucuk-pucuk daun. Harum kembang-kembangnya. Dan sebentar lagi fajar pun cepat
tiba. Membuka alam bagi Rama dan Sinta serta Laksmana untuk melangkah dalam
derita di hutan belantara.
Sumber : Anak Bajang Menggiring Angin, Sindhunata
Komponen sastra yang terasa sangat menonjol dalam kutipan di atas ialah
….
|
|||
|
|
a.
|
sudut
pandang
|
d.
|
konflik
|
|
|
b.
|
tema
|
e.
|
gaya bahasa
|
|
|
c.
|
amanat
|
|
|
|
10.
|
Samba Dinobatkan
Alkisah maka tersebutlah
perkataan batara Guru menitahkan Begawan Batara Narada dan Batara Indera,
katanya, “Hai tuan hamba kedua, pergilah tuan hamba kedua trun ke dunia
menghidupkan Raden Samba Prawira itu, karena terlalu kasihan hamba melihat
akan ayahanda bundanya terlalu sangat bercintakan anaknya itu. “Setelah
Begawan Batara Narada dan Indera mendengar titah batara Guru itu, maka ia pun
segeralah turun ke dunia.
Sumber : Bunga Rampai Hikayat Lama
Latar tempat cerita di
atas adalah ….
|
|||
|
|
a.
|
pegunungan
|
d.
|
hutan
belantara
|
|
|
b.
|
singgasana
kerajaan
|
e.
|
ruang
rapat
|
|
|
c.
|
kayangan
|
|
|
|
11.
|
Dari
sebuah kantung di dalam keranjang besarnya, Wak Katok mengeluarkan daun
ramu-ramuan. Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas dan Wak
Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daun-daun yang kemudian
mereka membungkus dengan sobekan kain sarung Pak Balam. Wak Katok merebus
ramuan obat-obatan sambil membaca mantera-mantera, dan setelah air mendidih,
air obat dituangkan ke dalam mangkuk dari batok kelapa. Setelah air agak
dingin, Wak Katok meminumkannya kepada Pak Balam sedikit demi sedikit.
Masalah yang diungkapkan dalam kutipan tersebut
adalah … .
|
|||
|
|
a.
|
kesetiakawanan
|
d.
|
kebudayaan
|
|
|
b.
|
penderitaan
|
e.
|
pengkhianatan
|
|
|
c.
|
pengobatan
|
|
|
|
12.
|
Ayahku memukul meja.
Ia meninggalkanku. Ia merasa seluruh argumentasi pikiranku
tidak perlu didengarkan. Ini benar-benar menyakitkan. Kalau ia menolak dan
memberikan argumentasi yang lain, mungkin aku tetap marah, tetapi dengan
meninggalkanku sedemikian rupa aku merasa disepelekan. Ia benar-benar tak
memperhatikanku, Ia menganggapku anak kecil. Ia menganggap seluruh
perkataanku tidak ada gunanya. Ini menurut pendapatku semacam penindasan, mental feodal.
Ayah dalam kutipan di
atas adalah ayah yang berwatak … .
|
|||
|
|
a.
|
angkuh
|
d.
|
memperhatikan
anak
|
|
|
b.
|
tegas
|
e.
|
penurut
|
|
|
c.
|
Keras
kepala
|
|
|
|
13.
|
Akan tetapi setelah tiga bulan berlangsung,
bahasa Inggris itu sebenarnya tidak terlalu sulit. Aku bisa. Setelah berpikir
panjang, aku jadi geleng-geleng kepala sendiri. Coba pikir, masakan dalam
sebuah negara yang merdeka, dengan sebuah bahasa persatuan yang juga sudah
dipelajari di luar negeri oleh beberapa universitas, kenapa aku harus belajar
bahasa Inggris. Untuk apa ? Ini kan aneh. Apakah aku tidak
dapat hidup tanpa bahasa Inggris ? Aku bantah.
Aku dalam kutipan di atas adalah seorang yang
bersifat … .
|
|||
|
|
a.
|
rajin
|
d.
|
pandai
|
|
|
b.
|
jenius
|
e.
|
malas
|
|
|
c.
|
bodoh
|
|
|
|
14.
|
Ibu memelukku. Ia
tidak menangis. Nampaknya ia sudah terlalu banyak menangis. Surat-suratku
sudah sampai semuanya. Tapi tak ada yang berani membalas karena takut kepada
ayah. Aku juga terkejut ketika kudengar bahwa ayah telah tahu kedatanganku. Rupanya diam-diam Anita
mengirim surat dan mengatakan
kedatanganku.
Ibu merupakan
gambaran seorang tokoh yang … .
|
|||
|
|
a.
|
cengeng
|
d.
|
pendendam
|
|
|
b.
|
sabar
|
e.
|
biasa
saja
|
|
|
c.
|
pemaaf
|
|
|
|
15.
|
Aku tertawa melihatnya. Mahdi memang hitam
kulitnya. Agak terlalu hitam barangkali. Mahdi tampan. Entah
karena dia memiliki cambang yang menghitam pada pipinya itukah dia jadi
tampan, aku tidak tahu benar. Atau barangkali dia tampan karena tubuhnya
seperti tubuh atlet. Aku perhatikan caranya berjalan.
Unsur yang menonjol adalah … .
|
|||
|
|
a.
|
setting
|
d.
|
penokohan
|
|
|
b.
|
latar
|
e.
|
alur
|
|
|
c.
|
Point
of view
|
|
|
|
16.
|
Aku pulang.
Perasaanku tak menentu. Aku pergi tidur. Perasaanku tak karuan. Dan aku tak
tertidur. Aku memejamkan mata. Harman ada dalam kepala. Mengapa aku tak dapat
melenyapkan dia dan memandang dirinya tanpa arti ? Mengapa peduli hatiku
melihatnya bercanda dengan gadis lain ? Aku merasa seperti seorang diri dan
terpencil. Sendiri dan dilupakan. Sendiri dan tak punya arti. Tak punya arti
sama sekali bagi Harman.
Unsur yang menonjol pada kutipan tersebut adalah
… .
|
|||
|
|
a.
|
tema
|
d.
|
tokoh
|
|
|
b.
|
sudut
pandang
|
e.
|
suasana
|
|
|
c.
|
alur
|
|
|
|
17.
|
Dari samping Ida bisa melihat ke luar, lewat
jendela kaca yang lebar. Jelas sekali dari ruang di tingkat atas itu pohon
mahoni di pinggir jalan besar. Di baliknya sehamparan sawah, lalu gunung yang
membiru. Matahari menyiramkan sinarnya yang hangat masuk di ruangan yang
masih dingin.
Kutipan
di atas menggambarkan situasi pada … .
|
|||
|
|
a.
|
malam
hari
|
d.
|
pagi
hari
|
|
|
b.
|
petang
hari
|
e.
|
senja
hari
|
|
|
c.
|
sore
hari
|
|
|
|
18.
|
“Penduduk kampung ini, “kata Sutan Duano,” lebih dari empat ribu
orang, laki-laki dan perempuan. Kalau mereka kita ajak bergotong royong
mengangkut air danau, sawah-sawah yang telah ditanam itu akan tertolong.
Mereka bisa dibagi dalam sepuluh regu. Dengan demikian, setiap orang hanya
akan bergotong royong sekali sepuluh hari saja. Dengan orang yang sebanyak itu, pekerjaan tidak
akan lama benar. Paling lama tiga jam saja dalam sehari.
A.A.
Navis : Kemarau
Budaya yang baik dari penggalan cerita di atas
terdapat dalam kalimat ….
a.
1,2 b. 3,4 c. 4,5 d. 5,6 e. 2,4,
|
|
19.
|
Ayah seorang guru dan pandai
menggesek biola. Ia disekolahkan oleh
Umi (kakak Ayah) yang cukup maju karena berpendidikan agama dan giat
berorganisasi. Menurut adat, Ayah harus menikah dengan wanita sekampung.
Tetapi ayah tidak mau terikat kepada adat. Ayah menikah dengan wanita dari tempat lain, yaitu
wanita dari penduduk pantai. Yang lebih menyolok di kalangan keluarga Ayah,
bahwa wanita pantai ini sudah janda dan telah mempunyai anak. Keadaan ini
sukar dapat diterima oleh keluarga Bako. Apalagi sang istri wanita pantai
tinggal bersama di lingkungan keluarga Bako.
Dari Bako karya Darman Munir
Pengaruh
sastra daerah pada penggalan di atas ialah terdapat pada dasar …
a. bahasa b. agama c. moral d.
sosial e. budaya.
|
|
20.
|
Maka
bersabda tuan Putri Dayang Sri Jawa, “Hai Juru Mudi dengarlah engkau suatu
ibarat :
Baik-baik
mengail tengiri,
jangan kena
jembatan larang,
Baik-baik
menghina diri,
jangan muka
disapu arang.
Sumber : Awang Julang Melindungi Dayang Sri Jawa,
Sanusi Pane
Nilai yang terdapat dalam penggalan
cerita di atas, yaitu ….
a.
orang yang pergi memancing
harus hati-hati
b.
juru mudi harus pandai
pula mengail
c.
tuan putri yang pandai berpantun
d.
jadi orang janganlah
mempermalukan diri sendiri
e.
menghina orang lain adalah
perbuatan tidak baik
|
|
21.
|
Egi
takluk pada istrinya. Karena ia merasa mendapat hidup dari mertuanya yang
konglomerat. Ia jadi boneka yang harus
menurut, mesti selalu bilang ya.
Kehadiran
seorang tetangga cantik, Eya, membuat istrinya cemburu juga. Egi sempat
dikunci dalam kamar karena ditakutkan akan main belakang. Tapi justru karena
dikekang, Egi menerobos genting rumah dan bertandang ke tetangga dengan
santai.
Tetangga
lain meneror dengan mengirimkan potret Egi bersama Eya. Istri pun naik pitam
dan lapor pada orang tua. Anehnya, sang mertua malah meminta Egi meneruskan
hubungan gelap guna mendapatkan surat izin penampungan limbah berbahaya dari
luar negeri. Karena wanita sebelah itu adalah peliharaan seorang babe gede.
Nilai yang
terkandung dalam penggalan cerita di atas adalah …
a.
nilai sosial b. nilai budaya c. nilai pendidikan d. nilai ekonomi e. nilai agama
|
|
22.
|
Isi
surat adikku
yang kuterima seminggu yang lalu seperti mengaduk-aduk isi dadaku dan
kepalaku.
“ … ibu sudah tiga bulan diopname
jangan salahkan Fitri, karena tidak bisa memberi tahu. Fitri tidak tahu
alamatnya Mas Tok … “ Begitu antara lain isi
surat itu .Surat itu sendiri
merupakan balasan surat yang kukirim sebelumnya. Hatiku setengah hancur membaca
surat itu. Aku langsung meninggalkan Jambi tempatku bekerja 7 bulan terakhir
ini, menuju Jakarta, sepanjang perjalanan pikiranku melayang-layang, ibu
menderita sakit apa dan bagaimana adikku menghadapi penyakit ibu.
Unsur
moral yang terdapat dalam penggalan cerita di atas adalah …
|
|
23.
|
Dalam batin Corrie, terjadi
pergulatan. Ia berusaha menyakinkan dirinya bahwa perkawinan antardua bangsa
tidak akan membawa bahagia. Namun ia tak dapat memungkiri suara hatinya yang
mencintai Hanafi. Dengan kesadaran yang dipaksakan, Corrie menulis surat
perpisahan pada Hanafi. Surat itu berisi pandangan-pandangan Corrie seperti
petuah ayahnya. Ia juga mengatakan jika kedudukan Hanafi Corrie belum
sederajat maka perkawinan bagi mereka adalah mustahil. Corrie tak dapat
menerima Hanafi.
Dari Salah Asuhan, karya Abdul
Muis
Unsur ekstrinsik yang terdapat pada penggalan novel di
atas adalah …
a latar
belakang pengarang d. sikap dan pandangan hidup
b. status
sosial e.
estetis dan pesan
c. latar belakang masyarakat
|
|
24.
|
Hai
Sitti yang baik paras! Adakalanya emas itu jadi kebesaran dan ada kalanya
dari sebab emas itu menceraikan orang dengan kekasihnya. ….
Sumber : Hikayat Bayan Budiman
Pernyataan berikut yang tidak sesuai
dengan makna dalam kutipan di atas adalah ….
a.
Kekayaan bisa membahagiakan
b.
Kekayaan bisa pula menyengsarakan
c.
Kekayaan bisa menjadi jalan
menambah persaudaraan
d.
Persaudaraan bisa hancur karena kekayaan
e.
Kalau ingin mencapai
kebesaran jalannya harus kaya dulu
|
|
25.
|
Tinah tinggal menunggu panggilan ke
kamar dokter. Seorang perempuan
seperti Tinah duduk di sampingnya.
-
Kok beli karcisnya dari samping Pak ?
Yang ditanya terkejut sebentar, lalu berkata pelan :
-
nyogok !
Tinah
tidak mengerti, dia memandang aneh. Orang itu menambahkan :
-
Kasi aje
susternya seperak. Beres deh !
-
Boleh begitu.
-
E, banyak nyang gitu.
Penggalan
cerita di atas yang mengandung budaya buruk terdapat dalam dialog…
a. kesatu
b. kedua c. ketiga d. keempat e. kelima
|
|
26.
|
Waktu beberapa orang
Belanda-Indo berani menaikkan bendera merah putih biru di depan hotel Yamato,
orang-orang Indonesia
tercengang-cengang. Orang-orang tercengang bertambah banyak dan bertambah
lama bertambah mendekati hotel itu. Tiba-tiba melompat seorang pemuda ke depan.
Dipanjatnya tiang bendera, drobeknya kain biru dari bendera itu.
(Surabaya karya
Idrus)
Dilihat
dari nama pelaku dan judul, cerpen di atas termasuk angkatan …
a.
20 b. 33 c. 45 d. 66 e. kontemporer
|
|
27.
|
Night Club, Pak, pusat kehidupan malam di kota ini. Tempat orang-orang kaya membuang duitnya. Lampunya lima watt,
remang-remang, perempuan cantik, minuman keras, tari telanjang dan musik
gila-gilaan.
Dilihat dari pilihan kata dan jalan cerita, cerpen di atas dapat
dimasukkan ke dalam Angkatan…
a. 20 b. 33 c. 45 d. 66 e. kontemporer
|
|
28.
|
Setelah Samsul membaca kecelakaan ini, lalu ia menundukkan kepalanya ke atas
mejanya, menangis amat sangat, karena sedih akan nasib kekasihnya dan
untungnya sendiri pun. Segala cita-cita hatinya yang semakin lama diharapkan
pada saat itu hilang lenyap. Pengharapan yang telah sekian lama berurat
berdaging, tiba-tiba diputuskan oleh Datuk Maringgih.
Dilihat dari nama tokoh-tokohnya, novel di atas
termasuk karya sastra angkatan …
a. 20
b. 33 c.
45 d. 66 e. kontemporer
|
|
29.
|
Pada jaman Angkatan Pujangga Baru para sastrawan
menggemari puisi yang berbentuk…
a. Pantun
b. Syair c.
Gurindam d. Seloka e. Soneta
|
|
30.
|
Kumpulan puisi yang menandai lahirnya Angkatan 66 karangan
Taufiq Ismail berjudul …
a. Puspa Mega
b. Tirani dan Benteng
c. Nyanyi Sunyi dan Buah rindu
d. Deru Campur Debu
e. Rindu Dendam
|
|
31.
|
Kembang Setengah
Jalan
Mejaku hendak dihiasi
Kembang jauh dari gunung
Kan kupetik sekarang
kembang
Jauh jalan panas
hari
Bunga layu setengah
jalan
Puisi di atas mengandung tema ....
|
|
32.
|
Kembang Setengah Jalan
Mejaku hendak dihiasi
Kembang jauh dari gunung
Kan kupetik sekarang kembang
Jauh jalan panas hari
Bunga layu setengah jalan
Kata” kembang” dalam
puisi di atas melambangkan…
a.
cita-cita
b.
gadis
c.
tanaman liar
d.
bunga yang harum
e.
hiasan rumah
|
|
33.
|
Satu kekasihku
Aku manusia
Rindu rasa
RIndu rupa
……………
Konotasi kata “kekasihku” dalam penggalan puisi di
atas adalah …
a.
jantung hati
b.
bunga desa
c.
gadis pujaan
d.
Tuhan
e.
tunangan
|
|
34.
|
. Karena kasihmu
Engkau tentukan waktu
Sehari lima kali kita bertemu
Konotasi
makna baris terakhir puisi di atas adalah …
a. mengunjungi pacar sehari bisa lima kali
b.
melaksanakan sholat sehari lima kali
c. waktu berkunjung ke kekasih paling banyak lima
kali sehari
d. Kita harus menghormati waktu yang telah
ditentukan
e.
Jangan mudah bersumpah janji
|
|
35.
|
NiatkanlahMenegakkan Kalimat Allah
Di
atas bumi kita ini
Dengan
menegakkan keadilan
Dan
kebenaran
Tanpa
dendam dan kebencian
Kemudian
lafazkan kesaksian pada Tuhan
Serta
Rasul kita yang tercinta
(Taufik
Ismail)
Amanat yang terkandung dalam penggalan puisi di
atas …
e.
hindarkanlah dendam dan kebencian
|
|
36.
|
J A D I
tidak
setiap derita jadi luka
tidak
setiap sepi jadi duri
tidak
setiap tanda jadi makna
tidak
setiap tanya jadi ragu
tidak
setiap jawab jadi sebab
tidak
setiap deru jadi mau
tidak
setiap luka jadi kaca
memandang
kau pada wajahku
Sutarji Calzoum
Bachri
Pesan yang
ingin disampaikan penyair melalui puisi di atas adalah ……
a. segala
sesuatu tidak ada yang bersifat pasti
b. setiap kejadian tentu ada hikmatnya
c. segala
sesuatu tidak dapat diduga sebelumnya
d. setiap
kejadian ada akibatnya
e. setiap peristiwa pasti ada
penyebabnya
|
|
37.
|
Selamat Tinggal
Aku
berkaca
Ini
muka penuh luka
Siapa
punya?
Kudengar
seru menderu
Dalam
hatiku?
Lagu lain pula
Menggelepar
di tengah malam buta
Ah…!!!
Segala
menebal, segala mengental
Segala
tak kukenal
Selamat tinggal
(Chairil
Anwar)
Tema puisi di atas
adalah …
a. kelukaan hati d.
permasalahan yang berat
b. gejolak hati e.
persoalan hidup yang beruntun
c. pengintrospeksian
|
|
38.
|
Tuhan
Telah Menegurmu
Tuhan
telah menegurmu dengancukup sopan
Lewat perut anak-anak yang kelaparan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
Lewat
semayup suara adzan
Tuhan
telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran
Lewat
gempa bumu yang berguncang
Deru
angina yang meraung kencang
Hujan dan banjir yang melintang pukang.
Adakah
kau dengar itu?
(Apip Mustopa)
Pesan yang hendak disampaikan penyair dalam puisi
di atas yaitu …
a.
Manusia suka melupakan Tuhan
b. Teguran Tuhan ada yang ringan dan ada yang berat
c.
Tuhan menegur manusia melalui
bencana
d.
Manusia selalu ada dalam kasih
sayang Tuhan
e. Siksaan Tuhan akan dating bagi
manusia yang melupakannya
|
|
39.
|
Sanghai
Ping di atas pong
Pong di atas ping
Ping-ping
bilang pong
Ong-pong bilang ping
Unsur komponen Puisi di atas yang paling dominan adalah …
a.
Unsur bentuk
b.
Unsur enjabemen
c.
Unsur bunyi
d.
Unsur parodi
e.
Unsur sindiran
|
|
40.
|
Sebuah
jaket berlumur darah
Kita
semua menatapmu
Telah
bebagai duka yang agung
Dalam kepedihan bertahun-tahun
Pada baris pertama puisi di atas melambangkan …
a. pengorbanan
b. pengabdian c. pertengkaran d. pelecehan e. perselisihan
|
|
41.
|
Angin
Kata orang engkau
mengerang,
Bila menderu di pohon kayu.
………………………….
(Sutan
Takdir A.)
Majas yang tampak
dalam penggalan puisi di atas …
a.
metafora
b.
alusio
c.
metonimia
d.
ironi
e.
personifikasi
|
|
42.
|
Aku ini binatang jalan
Dari
kumpulannya tebuang.
Penggalan puisi di atas mengandung majas …
a.
simile
b.
metafora
c.
litotes
d.
hiperbola
e.
paradoks
|
|
43.
|
Yang ngibul : Oke, oke supaya tidak ada
persangkaan bukan-bukan senjata ditaruh dulu.
Yang Kalap : Taruh boleh
saja, tapi apa salahnya bicara sambil pegang senjata?
Yang Jujur : Dengan
senjata mereka itu bisa merasa tertekan.
Putu Wijaya menggunakan
nama-nama tokoh seperti dimaksudkan berhubungan dengan komponen ….
a.
amanat
b.
latar
c.
setting
d.
karakterisasi
e.
tema
|
|
44.
|
Cecep : Ah, kau! Di kota ini kita tidak bisa
hidup kalau tidak ulet. Dan keuletan kadang–
Kadang memaksa kita
melepas semua ukuran yang kita tahu. (Menghembus asap rokok mengejak).
Hakam :
Itulah yang aku tidak mau.
Berdasarkan
dialog di atas perwatakan tokoh Hakam adalah orang yang ….
a.
Tidak mandiri
b.
tidak ulet dan boros
c.
tidak mau mengikuti nasihat teman
d.
sombong dan kikir
e.
jujur dan berpegang pada norma
|
|
45.
|
1.
Tokoh : Tahu
kau Bung, sebagai pejuang. Percayalah kataku tadi. Rakyat masih
bergantung harapan kepada ngarsa
dalam dan Panglima Besar Sudirman, bukan?
Pejuang :
Ya, ya. Aku mulai yakin dan percaya akan perjuangan beliau ini. Karena itu
kita
Harus
patut menunggu perintahnya.
Sumber : Menolak Bujukan
Berdasarkan dialog yang diucapkan
pejuang, komponen yang paling menonjol dalam kutipan teks drama di atas
adalah ….
a.
amanat drama d. setting cerita
b.
perwatakan tokoh e.
alur cerita
c.
tema drama
|
|
46.
|
Ningsih :
Saudara Aman. Kalau Pak Tembak datang
nanti, dan kami belum
lagi kembali,
bilang saja kami pergi ke Pasar Baru sebentar.
Aman :
(Kaget) Lho! Saya tidak mau tanggung, saudara. Dia sudah acapkali marah-marah
karena pegawainya tidak pernah ada di tempatnya
masing-masing.
Ningsun :
Bilang sajalah saudara nanti kalau dia marah, biar saja saya yang tanggung.
Aman :
Ah, saudara Ningsun enak omong saja. Pak
Tembak dalam marah juga pakai atur-
an. Tidak mau langsung terus sama pegawai rendahan. Marahnya
sama saya dulu, sebagai wakil kepala, lantas saya harus bilang sama yang
mesti dimarahi.
Sumber : Tuan Amin, Amal Hamzah
Konflik drama di atas menyangkut
hal-hal berikut, kecuali ….
a.
Pegawai yang tidak
disiplin pada jam kerja.
b.
Pimpinan yang tidak disegani
bawahan.
c.
Wakil Kepala yang kurang
tegas kepada bawahan.
d.
Wakil Kepala yang kena marah
akibat perilaku bawahannya.
e. Bawahan dan pimpinan yang
pada dasarnya sudah akrab.
|
|
47.
|
Yono : Kalau begitu, aku tidak tahu,
mengapa engkau mau menggali kubur untuk bangsamu
sendiri.
Herman : Aku tidak menggali kubur. Aku
makan gaji.
Yono : Tapi gajimu berlumuran darah
bangsaku.
Herman : Tidak dengan pekerjaanku,
bangsa kita tak sudah berlumuran darah.
Yono : Jadi engkau hendak
menambahkannya lagi.
Sumber : Seniman Pengkhianat, Amal Hamzah
Berdasarkan kalimat-kalimat masa Jepang
tersebut, karakterisasi (perwatakan) tokoh Y adalah ….
a.
pengkhianat bangsa
b.
iri hati
c.
berjiwa nasionalisme
d.
orang yang penakut
e. orang yang tidak menghargai kawan
|
|
48.
|
Penulisan
kata “saya” ke dalam Arab Melayu yang benar adalah …
|
|||
|
|
a.
|
|
|
|
|
|
b.
|
|
|
|
|
|
c.
|
|
|
|
|
|
d.
|
|
|
|
|
|
e.
|
|
|
|
|
49.
|
Kata
dalam aksara Arab Melayu di atas dibaca …
a. budi makan nasi
b. bapa malu hati
c. juni musim panas
d. nani beli nasi
e. tuti minum kopi
|
|
50.
|
Penulisan
angka “1978” ke dalam aksara Arab
Melayu yang benar adalah …
|
|||
|
|
a.
|
|
|
|
|
|
b.
|
|
|
|
|
|
c.
|
|
|
|
|
|
d.
|
|
|
|
|
|
e.
|
|
|
|

0 komentar:
Post a Comment