Memang sekarang ini seorang guru harus selalu belajar dan mengembangkan pengetahuan dari berbagai ilmu bisa lewat dunia maya ataupun mempelajari kehidupan anak-anak muda sekarang yang serba disibukan atau dimanjakan dengan segudang hiburan baik di rumah maupun diluar rumah. Memang untuk kita bisa diterima di hati anak-anak, kita harus menyelami kehidupannya dan sebisa mungkin berteman dengannya, setelah semua siswa kita senang dengan cara pikir kita baru kita bisa mengarahkan mereka ke ranah pembelajaran yang kita inginkan. Memang tidak sempurna tetapi setidaknya banyak anak yang mengerti dan paham tentang pembelajaran kita.
Bijak dan memberi adalah kata yang tepat sebagai guru, kalau guru tidak bijak mungkin setiap hari banyak anak yang mendapat kekerasan oleh kita karena untuk memahami satu persatu anak-anak kita, kita harus dengan kesabaran yang luar biasa. Kalau kita bijak siswa kita anggap sebagai anak kita sendiri yang harus dapat contoh yang terbaik dari apa yang kita lakukan, dan akan kita tegur jika memang melakukan perbuatan yang tak terpuji tetapi harus kita ingat, karena kita mendidik maka teguran harus bersifat mendidik untuk lebih baik kedepannya.
Kenapa seorang guru harus mempunyai jiwa pemberi ?! karena tanpa mempunyai jiwa pemberi seorang guru kaya sungai yang tak berair dan tak banyak orang yang mau di pinggirnya atau mandi bahkan mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga. Guru akan memberikan semua ilmu dan enovasinya kepada semua siswa tanpa tertutup sedikitpun, jika kita mempunyai pikiran sedikit tentang penutup maka siswa kita akan paham bahwa kita tak tulus sewaktu mencerdaskan mereka. Maka jangan heran kalau mereka tidak dekat dengan kita karena mereka akan tahu kalau kita tak tulus untuk mencerdaskan mereka. semoga tulisan ini bisa memberi kecerahan pada semua guru di Indonesia............

0 komentar:
Post a Comment